Desa Banyoneng Daja memiliki potensi untuk mengembangkan sektor peternakan diantaranya yang sudah dikembangkan oleh masyarakat adalah ternak sapi dan ayam. Pengembangan ternak ini masih dilakukan secara rumahan. Dengan ternak ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat desa Banyoneng Dajah.
Desa Banyoneng Dajah
merupakan desa yang terletak di kecamatan Geger kabupaten Bangkalan. Mayoritas
masyarakat desa Banyoneng Dajah sebagian besar bermata pencaharian petani.
Adapun pekerjaan lainnya adalah sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri.
Sekolah
merupakan faktor terpenting untuk mencetak generasi bangsa yang lebih baik
untuk membentuk suatu daerah yang maju. Dengan sekolah, kita bisa memperoleh
serapan ilmu. Di desa Banyoneng Dajah memiliki sekolah negeri dua yakni SDN
Banyoneng Dajah 1 dan 2. Khusus SDN Banyoneng 1 sudah dinonaktifkan karena SDN Banyoneng Dajah 1 dari tahun ke tahun
jumlah siswanya berkurang.
SDN
Banyoneng Dajah 2 dibangun diatas tanah seluas 1.694 dan berdiri pada tahun 1983. Dalam sekolah
tersebut memiliki banyak siswa dan siswi, dikarenakan banyak orang tua yang
menyekolahkan anak-anaknya disana serta letaknya yang strategis. Salah satu
fasilitas di SDN Banyoneng Dajah 2 yang masih kurang adalah belum adanya ruang
perpustakaan. Perlu adanya fasilitas tersebut untuk meningkatkan minat belajar
siswa.
Kuliah Kerja Nyata atau yang disingkat KKN merupakan
suatu pengabdian kepada masyarakat. Pada edisi kali ini giliran kami yang menjalani
KKN. Rasanya hati ini berat untuk berangkat ke desa yang akan ditempati KKN,
dimana fasilitas-fasilitas sangat kurang seperti air, listrik, transportasi dan
lain sebagainya. Setelah sampai di desa ini, ternyata semua itu tidak benar adanya.
Memang suasananya tidak seperti di kota akan tetapi panorama dan bukitnya yang
menyejukkan pandangan membuat desa ini indah. Bahkan warga-warga menyambut
kedatangan kami dengan senang hati. Dan kami kelompok KKN akan menjadi bagian
dari desa Banyoneng Daja selama 29 hari. Kami berjuang demi untuk memajukan
desa ini agar kedepannya lebih baik.
Pada hari kedua KKN, kelompok
kami mengadakan Forum Group Discussion atau
yang disingkat FGD. FGD merupakan suatu program yang bertujuan untuk mengetahui
permasalahan atau potensi yang ada di desa Banyoneng Dajah tempat dimana kami
tinggal selama 1 bulan. Adanya kegiatan FGD ini
adalah kesepakatan mengenai program kerja yang direncanakan jauh hari
sebelumnya.
Banyoneng Dajah merupakan desa yang terletak di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan, Madura. Desa ini bernama Banyoneng karena dahulu kata tokoh masyarakat terdapat sumber air yang sangat bening mengalir keluar dari dalam tanah, dan Dajah karena sumber air mengeluarkan dengan aliran yang sangat deras sehingga harus cepat cepat jika ingin menggunakan air sumber. Banyoneng Dajah memiliki keragaman dari mata pencaharian hanya petani yang mendominasi mata pencaharian masyarakat ini. Desa Banyoneng Dajah memiliki 5 (lima) dusun yakni Tlagah, Cangkreng, Talonbilleh, Cekonce dan Judabung
Setiap kampus yang ada di Indonesia baik itu negeri maupun swasta
mempunyai tanggung jawab untuk pemperdayakan masyarakat yang kurang
mampu. Program pemberdayaan masyarakat sendiri dijadikan mata kuliah
wajib bagi setiap mahasiswa tingkat akhir. Program itu adalah KKN atau
akronimnya Kuliah Kerja Nyata. KKN merupakan salah satu program
pengabdian masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang diperoleh selama kuliah kepada masyarakat yang membutuhkannya. Pada
periode kali ini, giliran saya dan teman-teman yang mengambil program
KKN. Beberapa argumen dari kakak tingkat yang pengalaman selama KKN
cukup membuat bulu kudu merinding. Ada yang bercerita KKN itu
menyenangkan bisa berbagi bersama dan ada juga bercerita kurangnya
fasilitas yang ada di desa seperti sulit mencari air, sinyal yang
putus-putus dan lain-lain.
Beberapa bulan yang lalu, saya meminjam
buku cerita dari kakak tingkat yang kemarin menjalankan KKN. Buku ini
sedikit memberikan gambaran buat saya nanti ketika menjalankan KKN. Hal
ini membuat saya terinspirasi dan tidak sabar untuk menjalankannya. Saya
berkata dalam hati, dimanapun desa yang kita tempati kita harus siap
membagi ilmu kepada masyarakat.
Tanggal 13 -14 Desember lalu
merupakan pembekalan awal KKN semester gasal.Sekitar 517 mahasiswa dari
berbagai jurusan di Universitas trunojoyo mengikuti acara tersebut.
Saat-saat yang paling menegangkan adalah waktu undian desa. Setiap
perwakilan maju kedepan untuk mengambil kertas yang digulung
kecil-kecil, setiap kertas itu bertuliskan nama-nama desa dari 2
kabupaten di Sampang dan Bankalan. Beberapa kelompok yang menyaksikan
berharap semoga desa yang nanti ditempati KKN selama 29 hari enak dan
ramah masyarakatnya. Tenyata kelompok kami mendapat kebagian Desa
Banyuning Daja, Kecamatan Geger, Kabupaten. Begitulah saya mendengarkan
nama desa kelompok kami untuk mengabdi kepada masyarakat. Setelah itu,
saya memikirkan seperti apa kondisi di desa Banyuning Daja, geografis,
kehidupan sosial dan budaya serta mata pencahariannya. Semoga dengan
waktu yang singkat ini akan menjadikan pengalaman hidup untuk hidup
bersama masyarakat. Semoga lancar